Uncategorized13 Mar 2013 08:55 am

Laporan Praktikum                                         Hari, tanggal : Senin, 3 Maret 2013

Struktur Fungsi Subselular                              Waktu           : 08.00-11.00 WIB

PJP                : Syaefudin, M.Si

Asisten          : Edwin Afitriansyah

                                                                                                Nurul Syifa

Mina Ervani S L

 

PENGENALAN ALAT-ALAT LABORATORIUM

(AUTOPIPET, pH METER, SENTRIFUS)

 

Kelompok  :  22

Anggota  :  Meilina Normaidah (G84110038)

             Dimas Adi Putra (G84110039)

            Cindy Swatiratu (G84110052)

DEPARTEMEN BIOKIMIA

FAKULTAS MATEMATIKA DAN ILMU PENGETAHUAN ALAM

INSTITUT PERTANIAN BOGOR

BOGOR

2013

 

Pendahuluan

            Percobaan dalam biokimia tidak lepas dari penggunaan alat alat laboratorium seperti pH meter, autopipet serta sentrifus. Autopipet atau yang biasa disebut mikro pipet merupakan suatu alat yang digunakan untuk memindahkan cairan yang berukuran sedikit dengan tingkat presisi yang tinggi.

Sentrifus (pemusing/centrifuge) adalah sebuah perangkat yang berputar pada poros tetapnya dengan berbagai kecepatan. Alat ini dapat memisahkan cairan dan padatan atau cairan dengan kepekatan berbeda-beda dengan memanfaatkan gaya sentrifugal yang dihasilkan dari rotasi. Metode yang digunakan pada sentrifus ialah sentrifugasi yaitu metode sedimentasi untuk memisahkan partikel-partikel dari suatu fluida berdasarkan berat jenis dengan memberikan gaya sentifugasi. Peralatan sentrifus terdiri dari sebuah rotor atau tempat untuk meletakan larutan yang akan dipisahkan. Rotor ini nantinya akan berputar dengan cepat yang akan mengakibatkan larutan akan terpisah menjadi dua fase. Semakin cepat perputaran yang dilakukan, semakin banyak pula organel sel yang dapat diendapkan begitu juga sebaliknya(Akin 2006).

Power of hydrogen meter atau sering disebut pH meter adalah suatu alat elektronik yang digunakan untuk mengukur pH (kadar keasaman atau alkalinitas) ataupun basa dari suatu larutan. Alat ini tersusun dari sebuah voltmeter yang terhubung dengan dua buah elektrode yang dicelupkan ke dalam larutan. Perbedaan potensial listrik yang melalui elektroda adalah sebanding dengan pH. Maka setelah skala pH meter dikalibrasi, pH akan dapat dibaca secara langsung(Bassett et al 1994)

Tujuan Percobaan

            Praktikum ini bertujuan mengenal alat-alat laboratorium seperti pH meter, autopipet dan  sentrifus sehingga dapat memahami bagian dan fungsinya serta dapat mengoperasikannya dengan baik.

 

Alat dan Bahan

            Alat yang digunakan ialah sentrifus Beckman JA-20, pH meter, autopipet, gelas piala, neraca analitik OHAUSS GA 200, tabung kloroplas, dan pipet tetes. Bahan yang digunakan adalah larutan aquades, fosfat 0.2 M, larutan Sitrat 0.1 M, dan suspensi kloroplas.

 

Prosedur Percobaan

            Autopipet, prosedur penggunaan autopipet didemonstasikan oleh masing-masing asisten. pH meter, siapkan larutan Fosfat 0.2 M sebanyal 50 ml dan asam sitrat 0.1 M sebanyak 100 ml, sebanyak 35 ml larutan fosfat dimasukkan ke dalam 65 ml larutan sitrat dan ukur pH-nya, setelah itu lakukan pengukuran dengan menggunkan pH meter dan catat hasilnya.  Sentrifuse, timbang bobot kosong tabung yang akan digunakan untuk sentrifugasi, kemudian ditera. Masukkan suspensi kloroplas ke dalam tabung dengan bobot 20 gram dengan syarat selisih bobot tidak lebih dari 100 mg.  Tempatkan tabung kloroplas ke dalam rotor sentrifus Beckman JA-20 Putar sentrifus dengan kecepatan 1200 x g selama 10 menit. Timbang  bobot pelet yang dihasilkan.

 

Hasil Percobaan

Tabel 1  Hasil sentrifus suspensi kloroplas

Sampel

Bobot Tabung (gram)

Bobot

Tabung+

Kloroplas

(gram)

Bobot

Suspensi+

Kloroplas (gram)

Bobot Tabung+Pelet (gram)

Bobot

Pelet

(gram)

%

Rendemen

5

13.53

20.06

6.53

14.57

1.04

15.93

6

16.03

20.04

4.01

19.97

3.94

98.25

7

16.07

20.11

4.04

17.11

1.04

25.74

Rata-rata

15.21

20.07

4.86

12.22

2.01

46.64

 

Contoh Perhitungan

Bobot pelet sampel ke-6   = (bobot tabung + pelet) – (bobot tabung)

= (19.97 – 16,03) gram = 3.94 gram

Persen rendemen =              bobot pelet                x 100 %

bobot suspensi (kloroplas)

 

Persen rendemen sampel ke-6 = 3.94 gram  x 100 %  = 98.25 %

4.01 gram

 

RPM = 3149,7 putaran per menit

Tabel 2 Penggunaan pH meter

Sampel

pH indikator

pH di pH meter

5

6

7

Rata-rata

4.00

4.00

4.00

4.00

3.63

3.69

4.00

3.77

 

Contoh Perhitungan

Bobot fosfat

M = massa x 1000

BM        V

0.2 M = massa  x  1000

141.96      50 ml

Massa = 1.4196 gram

Bobot sitrat

M = massa x  1000

BM         V

0.1 M = massa x  1000

210.14    100 ml

Massa = 2.1014 gram

Pembahasan

            Biokimia adalah ilmu yang mempelajari tentang peranan berbagai molekul dalam reaksi kimia dan proses yang berlangsung dalam makhluk hidup.  Molukel tersebut bersifat mikromolekul yang relatif kecil yang bergabung menjadi satu untuk membentuk makromolekul-makromolekul. Maka untuk dari itu autopipet sering digunakan dalam analisis ilmu biokimia. Autopipet suatu alat yang digunakan untuk memindahkan cairan yang berukuran sedikit dengan tingkat presisi yang tinggi. Cara penggunaan autopipet ialah autopipet yang digunakan dengan sebuah tip, dilarang menggunakan tanpa tip yang terpasang. Pipet harus diletakan secara horizontal apabila pipet berisi cairan, dilarang pula untuk menekan dengan paksa tombol pengatur volume. Saat penggunakan pipet tekan tombol pengungkit pada penghentian pertama namun saat mengeluarkannya tekan sampai pemberhentian yang kedua. Jika pipet selesai digunakan maka tekat tobol eject untuk mengeluarkan tip. Putar batang pipet sampai batas maksimum apabila sedang tidak digunakan(Lahay 2004).

Prinsip dari sentrifugasi terletak pada pemisahan molekular dari sel atau organel subselular.  Kecepatan proses pengendapan (sedimentasi) suatu partikel atau molekul yang disentrifugasi dipengaruhi oleh dua macam faktor, yaitu : berat molekul dan bentuk partikel. Semakin tinggi bobot molekulnyanya maka kecepatannya akan semakin tinggi. Namun ada dua macam prinsip yang umum digunakan untuk pemisahan partikel yaitu massa, ukuran, atau panjang partikel, dan densitas partikel. Pengendapan suatu partikel yang tersuspensi tersebut juga dapat diatur dengan meningkatkan atau menurunkan pengaruh gravitasional terhadap partikel. Percepatan yang terjadi pada sentrifugasi adalah percepatan angular. Biasanya nilai yang diberikan untuk gaya yang berlaku pada partikel yang disentrifugasi berupa nilai relatif, yaitu dibandingkan dengan gaya tarik gravitasi bumi yang juga berlaku pada partikel tersebut. Gaya tersebut disebut gaya sentrifugal relative (relative centrifugal force,RCF). Hasil  dari sentrifugasi terbagi menjadi dua, yaitu supernatan dan pelet. Supernatan adalah substansi hasil sentrifugasi yang memiliki bobot jenis yang lebih rendah. Posisi dari substansi ini berada pada lapisan atas dan warnanya lebih jernih. Sementara pelet adalah substansi hasil sentrifugasi yang memiliki bobot jenis yang lebih tinggi. Posisisnya berada pada bagian bawah (berupa endapan) dan warnanya lebih keruh(Brookes 2005).

Terdapat beberapa hal yang harus di perhatikan dalam melakukan sentrifugasi yaitu rotor harus diturunkan sejajar dengan kumparan dan disambungkan tepat pada lubang kumparan. Apabila terdapat tabung yang berlawanan arah harus seimbang dengan toleransi maksimum 0.25 gram. Sebelum memasang rotor periksa kumparan mesin dan sekrub pada tutup baling-baling ynag telah diberi mnyak spinkote. Cincin karet juga harus berbentuk 0 pada tutup baling-baling yang telah dilapisa dengan high vacuum grease. Serta pada saat sentrifus sedang berputar tutup mesin tidak boleh dibuka. Sebagian besar dari mesin – mesin ini mempunyai alat pengaman yang mencegah tutup mesin ini terbuka. Akan tetapi, ada beberapa sentrifus yang tidak mempunyai alat tersebut (Graham 2009)

Alat yang terakhir yang digunakan dalam percobaan ini ialah pH meter. Pada prinsipnya pengukuran suatu pH adalah didasarkan pada potensial elektro kimia yang terjadi antara larutan yang terdapat di dalam elektroda gelas yang telah diketahui dengan larutan yang terdapat di luar elektroda gelas yang tidak diketahui. Hal ini dikarenakan lapisan tipis dari gelembung kaca akan berinteraksi dengan ion hidrogen yang ukurannya relatif kecil dan aktif. Elektroda gelas tersebut akan mengukur potensial elektrokimia dari ion hidrogen atau diistilahkan dengan potential of hidrogen. Proses pengukurannya yaitu dengan mencelupkan elektroda paha larutan yang akan diukur pHnya. Untuk mendapatkan pengukuran yang akurat, sebelum dan sesudah dipakai elektroda harus dibilas dengan air suling kemudian dikalibrasi dengan menggunakan pH 7, apabila yang laruta yang akan diukur dalam suasana asam maka dilakukan pula kali brasi dengan menggunkan pH 4, sedangkan bila larutan yang akan dikur suasana basa maka dikalibrasi menggunakan pH 10(Day & Underwood 2002)

Kelebihan alat pH meter terletak pada mengukur pH suatu larutan secara tepat dan akurat  serta harganya relative lebih murah sedangkan kelemahannya adalah proses kalibrasi sedikit lebih lama, hal tersebut dikarenakan jenis larutan buffer yang digunakan telah sering digunakan sehingga larutan tersebut mungkin telah terkontaminasi, serta kelemahan lainnya Elektroda yang terdapat pada alat tersebut harus diperlakukan dengan hati – hati jangan sampai membentur gelas kimia juga harus dihindarkan dari benda – benda keras lainnya(Day & Underwood 2002)

Berdasarkan hasil percobaan sentrifus yaitu menghitung bobot pelet yang dihasilkan dengan cara bobot tabung ditambah pelet dikurangi bobot tabung menghasilkan bobot pelet rata-rata 2.01. Sedangkan untuk persen rendeman dipeloreh dari hasil bagi bobot pelet dibagi bobot bobot suspense dan dikalikan 100%. Hasil rendeman kelompok 5 sebesar 15.93%, kelompok 6 sebesar 98.25%, dan kelompok 7 sebesar 25.74%. sehingga menghasilkan rata-rata sebesar 46.64%. Pada hasil pengukuran pH meter dengan mengunakan asam posfat dan asam nitrat yang dilakukan kelompok 5 diperoleh pH sebesar 3.63, sedangkan kelompok 6 diperoleh hasil sebesar 3.69 dan kelompok 7 di peroleh hasil sebesar 4.00. Hal-hal yang menyebabkan data antarkelompok berbeda adalah pada saat pengukuran, ketelitian pengenceran menggunakan labu takar, sifat larutan yang sudah terlalu lama disimpan dan penggunaan alat pH meter yang tidak sesuai prosedur. Namun berdasarkan literature yang ada data yang mendekati teori diperoleh dari kelompok 7, karena pH yang dihasilkan sebesar 4.00.

Simpulan

Praktikum ini menggunakan alat sentrifus, pH meter dan autopipet. Sentrifus adalah sebuah perangkat yang berputar pada poros tetapnya dengan berbagai kecepatan. pH meter adalah suatu alat elektronik yang digunakan untuk mengukur pH ataupun basa dari suatu larutan. Autopipet merupakan suatu alat yang digunakan untuk memindahkan cairan yang berukuran sedikit dengan tingkat presisi yang tinggi. Hasil pengamatan pH kelompok 5, 6 dan 7 berturut-turut ialah 3.63, 3.69, 4.00. Pada percobaan sensifus dihasilkan bobot rata-rata elet sebesar 2.01 dan rata-rata persen rendeman sebesar 46.64%.

 

 

 

 

 

 

 

 

Daftar Pustaka

Akin H M. 2006. Virologi Tumbuhan. Yogyakarta:Kanisius.

Bassett et al. 1994. Buku Ajar Vogel:Kimia Analisis Kuantitatif Anorganik. Jakarta:Buku Kedokteran EGC.

Brooken M. 2005. Bengkel Ilmu Genetika. Jakarta: Erlangga.

Day, R.A. & A.L. Underwood. 2002. Analisis Kimia Kuantitatif. Jakarta: Erlangga.

Graham I. 2009. Genetics. USA: Saddleback Educational Publ.

Lahay T. 2004. Teknik Laboratorium. Makasar:Universitas Negeri Makasar.

 

 

 

 

 

 

 

Uncategorized13 Mar 2013 08:54 am

Laporan Praktikum                                         Hari, tanggal : Senin, 18 Feb 2013

Struktur Fungsi Subselular                              Waktu           : 08.00-11.00 WIB

PJP                : Syaefudin, M.Si

Asisten          : Nurul Syifa

Mina Ervani S L

Edwin Afitriansyah

 

Petunjuk Pengoperasian dan Perawatan Spektrofotometer Ultra Violet/Nampak (UV/Visible Spectrophotometers)

Kelompok  :  22

Anggota  :  Meilina Normaidah (G84110038)

             Dimas Adi Putra (G84110039)

            Cindy Swatiratu (G84110052)

DEPARTEMEN BIOKIMIA

FAKULTAS MATEMATIKA DAN ILMU PENGETAHUAN ALAM

INSTITUT PERTANIAN BOGOR

BOGOR

2013

 

Pendahuluan

Suatu metode analisis yang berdasarkan pada pengukuran serapan sinar monokromatis oleh suatu lajur larutan berwarna pada panjang gelombang yang spesifik dengan menggunakan monokromator kisi difraksi dan tabung foton hampa disebut metode spektrometri. Alat yang digunakan menggunakan metode spektromentri adalah spektrofotometer, yaitu sutu alat yang digunakan untuk menentukan suatu senyawa baik secara kuantitatif maupun kualitatif dengan mengukur transmitan ataupun absorban dari suatu cuplikan sebagai fungsi dari konsentrasi (Khopkar 2003). Senyawa-senyawa yang diukur dengan metoda spektrofotometri harus memenuhi hukum Lambert-Beer, yaitu bila suatu sinar monokromatis dilewatkan pada medium pengabsorbsi, maka berkurangnya intensitas cahaya per unit tebal medium sebanding dengan intensitas cahaya tersebut. Berkurangnya intensitas cahaya per unit konsentrasi akan berbanding lurus dengan intensitas cahaya (Tipler 1991).

Spektrofotometer mempunyai bagian-bagian dan fungsi yang berbeda-beda yaitu, bagian yang pertama sumber sinar polikromatis berfungsi sebagai sumber sinar polikromatis dengan berbagai macam rentang panjang gelombang seperti pada spektrofotometer UV menggunakan lampu deuterium atau disebut juga heavi hydrogen, VIS menggunakan lampu tungsten yang sering disebut lampu wolfram, UV-VIS menggunan photodiode yang telah dilengkapi monokromator, infra merah menggunakanlampu pada panjang gelombang IR. Bagian yang kedua ialah monokromator berfungsi sebagai penyeleksi panjang gelombang yaitu mengubah cahaya yang berasal dari sumber sinar polikromatis menjadi cahaya monaokromatis. Jenis monokromator yang saat ini banyak digunakan adalan gratting atau lensa prisma dan filter optik. Bagian yang ketiga ialah sel sampel berfungsi sebagai tempat meletakan sampel. Bagian yang terakhir ialah detektor berfungsi menangkap cahaya yang diteruskan dari sampel dan mengubahnya menjadi arus listrik (Salem 2005).

 

Tujuan Percobaan

Percobaan pengenalan alat-alat seperti spektrofotometer bertujuan memperkenalkan cara penggunaan, prinsip kerja alat, cara pengoperasian serta perawatannya. Serta dapat menentukan panjang gelombang dari metilen blue.

 

Alat dan Bahan

            Alat dan bahan yang digunakan dalam percobaan ini adalah seperangkat  spektrofotometer, metilen blue, aquades, pipet tetes, tabung reaksi, gelas ukur.

 

Prosedur Percobaan

            Prosedur pengoperasian spektrofotometer ialah pertama nyalakan alat dan biarkan selama 15 menit untuk pemanasan. Pilihlah gelombang yang diperlukan dan gunakan sumber cahaya yang sesuai, filter/saringan dan sel-sel yang tepat. Ketika wadah sempel yang tertutup dan tanpa sempel, atur alat pada absorban maksimum (0 % transmitan). Gunakan larutan blangko terlebih dahulu, aturlah sehingga menunjukan absorban 0. Kemudian menetukan panjang gelombang larutan biru metilen dengan konsentrasi 0.00002, 0.00004, 0.00006, 0.00008, 0.0001 yang terlebih dahulu diencerkan hingga volumenya 5ml.

           

Hasil pengamatan

 

Tabel 1 Penentuan panjang gelombang maksimun

Panjang gelombang (nm)                                               Absorban(A)

600                                                                            1.892

610                                                                            2.028

620                                                                            2.011

630                                                                            2.031

640                                                                            2.207

650                                                                            2.392

660                                                                            2.407

670                                                                            2.002

680                                                                            1.168

 

 

 

 

Grafik 1

 

Gambar 1 Hubungan Panjang Gelombang dengan nilai Absorban

 

Tabel 2 Pembuatan kurva standar pada metilen blue

Konsentrasi (M)                                                        Absorban(A)

2.10-5                                                                                         0.703

4.10-5                                                                                         1.488

6.10-5                                                                                         2.407

8.10-5                                                                                         2.993

10.10-5                                                                                      >3

 

Grafik 2

 

Gambar 2 Kurva Standar

Tabel 3 Pengukuran sampel

Sampel                                   Absorban(A)                      Konsentrasi(M)

 

1                                         1.412                                           3.64×10-5

2                                         1.408                                           3.65×10-5

3                                         1.400                                           3.61×10-5

Rata-rata konsentrasi  :           3.633×10-5

 

 

Contoh perhitungan :

y=ax+b

y=0.3077+30255x

Pada sampel 1 :           y : konsentrasi             x : Absorban

y=1.412

1.412=0.3077+30255x

30255x=1.1043

x=3.64×10-5

Pembahasan

            Percobaan  spektrofotometer menggunakan prinsip spektrofotometri. Prinsip dari spektrofotometri ialah menggunakan metode analisis yang berdasarkan pada pengukuran serapan sinar monokromatis oleh suatu lajur larutan berwarna pada panjang gelombang yang spesifik dengan menggunakan monokromator kisi difraksi dan tabung foton hampa. Panjang gelombang maksimum dicari untuk mengetahui seberapa besar energi cahaya tertinggi yang diserap oleh suatu larutan. Prinsip tersebut dapat diterapkan pada alat spektrofotometer (Day dan Underwood 2011)

Spektrofotometri terdiri dari beberapa jenis berdasar sumber cahaya yang digunakan. Diantaranya adalah spektrofotometri vis (Visible), spektrofotometri UV (Ultraviolet), spektrofotometri UV-Vis, spektrofotometri inframerah. Spektrofotometri Vis (Visible), spektrofotometri ini yang digunakan sebagai sumber sinar atau energi adalah cahaya tampak (visible). Cahaya variable termasuk spektrum elektromagnetik yang dapat ditangkap oleh mata manusia. Panjang gelombang sinar tampak adalah 380-750 nm. Sumber sinar tampak yang umumnya dipakai pada spektro visible adalah lampu Tungsten. Sampel yang dapat dianalisa dengan metode ini hanya sample yang memiliki warna. Hal ini menjadi kelemahan tersendiri dari metode spektrofotometri visible.. Reagen yang digunakan harus benar-benar spesifik hanya bereaksi dengan analat yang akan dianalisa. Spektrofotometri  UV (Ultraviolet), berbeda dengan spektrofotometri  visible, pada spektrofotometri UV berdasarkan interaksi sampel dengan sinar UV. Sinar UV memiliki panjang gelombang 190-380 nm. Sebagai sumber sinar dapat digunakan lampu deuterium. Pada penggunaan spektrofotometri UV sampel harus jernih dan larut sempurna. Spektrofotometri UV-Vis teknik spektrofotometer pada daerah ultra-violet dan sinar tampak, mengukur serapan sinar ultra violet atau sinar tampak oleh suatu materi dalam bentuk larutan. Konsentrasi larutan yang dianalisis sebanding dengan jumlah sinar yang diserap oleh zat yang terdapat dalam larutan tersebut.Pada spektrofotometer UV-Vis, warna yang diserap oleh suatu senyawa atau unsur adalah warna komplementer dari warna yang teramati(Mathias 2005). Spektrofotometri Inframerah, spektrofotometri ini berdasar pada penyerapan panjang gelombang inframerah. Cahaya inframerah terbagi menjadi inframerah dekat, inframerah pertengahan dan jauh (Hardjono 1992).

Percobaan spektrofotometer ultra violet menggunakan biru metilen. Panjang gelombang maksimum dicari untuk mengetahui seberapa besar energi cahaya tertinggi yang diserap oleh suatu larutan. Panjang gelombang maksimun dicari dalam percobaan ini menggunakan konsentrasi yang berada ditengah yaitu 6.105 M. Konsentrasi tersebut diukur dari mulai panjang gelombang 600 nm sampai dengan 680 nm dan dari hasil pengukuran didapatkan jumlah absorban yang terbesar berada pada panjang gelombang 660 nm dengan absorban 2.407 A. Berdasarkan literatur pula menurut Goethe 1995, larutan metilen biru memiliki panjang gelombang maksimum sebesar 660 nm. Dalam percobaan ini biru metilen digunakan mengetahuai panjang gelombangnya, namun dalam biokimia adalah untuk pewarnaan dalam mengamati sel sehingga lebih mudah dalam mengamatinya.

Berdasarkan pengamatan menggunakan absorban yang paling terbesar maka dengan menggunakan panjang 600 nm diukur konsentrasi 0.00002 M, 0.00004 M, 0.00006 M, 0.00008 M, 0.0001M. Hasil absorban dari konsentrasi 0.00002 M sebesar 0.703 A, pada konsentrasi 0.00004 M sebesar 1.488 A, pada konsentrasi 0.00006 sebesar 2.407A, pada konsentrasi 0.00008 M sebesar 2.993A. Data tersebut dapat digunakan untuk pembuatan kurva standar. Kurva standar merupakan kurva yang dibuat sederetan larutan standart yang masih dalam batas linieritas. Pada percobaan ini kurva stantar menunjukkan besarnya konsentrasi larutan dengan absorbannya. Konsentrasi larutan berada pada sumbu-x, sedangkan absorban berada pada sumbu-y. Sehingga menghasilkan persamaan garis y=0.3077+30255x. Dengan R2=0.234. Pada tabel nomor tiga untuk pengukuran sampel 1 menghasilkan konsentrasi 3.64×10-5, sampel 2 menghasilkan konsentrasi 3.65×10-5 dan untuk sampel 3 menghasilkan konsentrasi 3.61×10-5. Sehingga menghasilkan rata-rata konsentrasi sebesar 3.633×10-5 M. Spektrofotometri juga memiliki limit deteksi, limit deteksi (LD) merupakan jumlah atau konsentrasi terkecil analit dalam contoh yang  dapat dideteksi, namun tidak perlu diukur sesuai dengan nilai sebenarnya (Popovic et al 1999).

Terdapat beberapa keuntungan menggunakan spektrofotometer untuk keperluan analisis kuantitatif adalah dapat digunakan secara luas, memiliki kepekaan yang tinggi, keseletifannya cukup baik, serta tingkat ketelitian tinggi (Kazemipour et al 2002). Namun terkadang masih terdapat kesalahan dalam percobaan ini seperti serapan oleh kuvet, kuvet yang ada biasanya dari bahan gelas atau kuarsa. Kemudian pengenceran yang kurang tepat sehingga didapat nilai absorban yang kurang tepat dan pengaturan pada awal pengoresaian spektrofotometri.

 

Simpulan

Prinsip spektrometri dapat diterapkan pada alat spektrofotometer. Prinsip pengukurannya ialah serapan sinar monokromatis oleh suatu lajur larutan berwarna pada panjang gelombang yang spesifik. Spektrofotometri terdiri dari beberapa jenis spektrofotometri vis (Visible), UV (Ultraviolet), UV-Vis, inframerah. Panjang gelombang metilen blue ialah 600 nm, dilihat dari angka absorban terbesar 2.407A. Hal tersebut dapat digunakan untuk mengukur 5 konsentrasi yang lainnya dan menghasilkan persamaan garis sebesar y=0.3077+30255x dengan R2 sebesar 0.234.

 

Daftar Pustaka

Goethe, Johann , Miller, Douglas. 1995. Scientific Studies (Goethe: The Collected Works). Jerman : Princeton University Press.

Hardjono. 1992. Spektroskopi Inframerah. Yogyakarta : Liberty Yogyakarta.

Kazemipour et al. 2002. A new secondderivative spectrophotometry methods for

the determination of permenthrin in shampoo. J Pharm Biomed Anal. Vol 30:1379-1384.

Khopkar  S. 2007. Konsep Dasar Kimia Analitik. Jakarta : Universitas Indonesia Press

Mathias Ahmad. 2005. Spektrofotometri. Exacta: Solo

Popovic et al. 1999. Analytical application of derivative spectro-photometry.  J  Serb Chem  Soc. Vol 65:457-472

Salem H. 2005. Spectrofluorimetric, Atomic Absorption Spectrometric and Spectrophotometric Determination of Some Flouroquinolones. Egypt:Pharmacy Minia University

Tipler. 1991. Fisika untuk Sains dan Teknik Jilid . Bandung : Erlangga.

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

Uncategorized29 Sep 2011 07:43 am

Akbar.,M.1999.Analisis Strategi Bisnis obat-Obatan Tradisional

 

sumber : http://repository.ipb.ac.id/handle/123456789/23112

Uncategorized29 Sep 2011 07:13 am

Selamat datang di Blog Mahasiswa IPB. Ini adalah postingan pertamamu. Edit atau hapus postingan ini dan mulailah menulis blog sekarang juga!